Unsur N
1. Urea CO(NH2)2
a. Reaksi dalam tanah:
* NH4+ + 3 O2 2 NO2- + 4 H4 + energi
* 2 NO2- + O2 2 NO3- + energi
b. Kandungan N :46%
c. Bentuk yang diserap :Ion NO3- dan ion NH4+
d. Sifat: Butiran, warna putih kemerah-merahan, mudah larut, higroskopis, kadar air max 0,5%, mudah menguap
e. Sumber:
* Dari udara: bacteri Annabaena azollae (bakteri hijau biru) bersimbiosis dengan ganggang/paku air, hidup di air, fungsinya mengikat nitrogen dari udara bebas, biasanya hidup di areal persawahan.
* Dari bahan organik: pupuk kandang dari hewan yang memiliki urin, pupuk hijau dan kompos dari sisa tanaman kacangan
* Penanaman LCC
* Proses yang berkaitan dengan kelistrikan di udara contoh halilintar ketika hujan
*penguapan tinggi karena tanah tidak ditutpi mulsa
*reaksi denitrifikasi
*Penanaman LCC
*Penggunan pupuk N dalam bentuk tablet
*Lahan ditutupi dengan mulsa
f. Cara pemberian:
*Pemberian pupuk dengan dibuat melingkar selebar tajuk tanaman lalu ditutup kembali setelah diberi pupuk
*Pemberian pupuk dengan dibuat melingkar selebar tajuk tanaman lalu ditutup kembali setelah diberi pupuk
*Pada tanaman sayur, dibuat lubang sepanjang larikan tanaman setelah itu letakkan pupuk kemudian ditutup
g. Pergerakan: Mobilitas tinggi karena dapat bergerak atau bereaksi mengikuti arus/laju air
h. Fungsi: Merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman, berperan dalam pembentukan zat hijau daun protein dan lemak
i. Gejala kekurangan: tanaman klorosis, terlihat pucat, menguning, lalu daun tua berguguran, untuk daun muda tulang daun pucat, pertumbuhan vegetatif lama, Tumbuh kerdil lemah lalu mati
2. ZA (Zwavelzuer amoniak)
(NH4)SO4
a. Kandungan N: 21%
b. Sifat : Kadar air max 1%, warna putih, tidak higroskopis, mudah larut, berbentuk kristal
3. Amonium Chlorida NH4Cl
a. Kandungan N: 20-25%
b. Sifat: Serbuk, warna putih, tidak higroskopis, mudah diserap
4. Amonium Nitrat NH4NO3
a. Kandungan N: 26%
b. Sifat: Berbentuk kristal, warna kuning kemerahan, higroskopis, mudah larut
Unsur P
1. TSP (Triple Super Phospat) Ca(H2PO4)
a. Kandungan P: 46%
b. Bentuk yang diserap tanaman:
*H2PO 4- (orthophospat primer), *HPO4 2- (orthophospat sekunder) , *PO4 3- (ion phospat)
b. Sifat: Berbentuk butiran, warna abu-abu, agak sulit larut dalam air, bereaksi lambat, digunakan sebagai pupuk dasa, bersifat basa
c. Sumber: Kotoran kelelawar, fitin, dalam nukleolus, kotoran burung di sekitar pantai, tulang, sedimen batuan didalam laut/pantai dan batuan dari kerak bumi
d. Faktor penyebab kehilangan:
*tererosi
*terikat mineral kation (Fe3+, Al3+, Mn2+ pada tanah yang asam sehingga di tanah banya tersedia ion H2PO4- sedangkan pada tanah yang basa tersedia banyak ion PO4 3- karena diikat oleh Ca 2+)
2. SP 36
Kandungan P: 36%
3. SP 18
Kandungan P: 18%
4. DSP
Kandungan P: 38%