Nama : Anissa Pusparani
NIM :18/430496/PN/15813
ACARA
1
KESUBURAN
TANAH
Pelaksanaan praktikum mandiri Acara 1 Kesuburuan Tanah dimulai pada tanggal 29 September 2020. Pada acara ini, kita menggunakan 2 macam tanah yaitu tanah sawah dan tanah tegalan.
(a) (b)
Gambar 1. Proses pengambilan tanah sawah
Gambar 2. Proses pengambilan tanah tegalan
Setelah tanah diambil, kemudian dilakukan langkah selanjutnya yaitu pemberian perlakuan terhadap 2 macam tanah, pada tanah sawah diberi 3 macam perlakuan yaitu tanah (1), tanah:kompos:pasir (1:1:1), dan tanah:kompos (2:1). Pemberian 3 macam perlakukan juga dilakukan kepada sampel tanah tegalan. Untuk itu pada acara ini digunakan 2 bahan yang berbeda yaitu tanah sawah dan tanah tegalan dan yang diaplikasikan 3 macam perlakuan sehingga didapatkan 6 macam perlakuan.
Gambar 3. Proses pemberian perlakuan pada masing-masing tanah
S: Sawah 1: Perlakuan Tanah
T: Tegal 2. Perlakuan
Tanah:Kompos:Pasir (1:1:1)
3.
Perlakuan Tanah:Kompos (2:1)
Selanjutnya pertumbuhan dan perkembangan
tanaman diamati selama 5 minggu dan dilakukan pengukuran setiap 1 minggu sekali,
berikut adalah tabel hasil pengamatan pertumbuhan tanaman Kedelai (Glycine
max)
|
Perlakuan |
Minggu ke- |
||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
|
|
S1 |
- |
- |
4 cm |
4 cm |
4 cm |
|
S2 |
- |
- |
- |
- |
- |
|
S3 |
7,3 cm |
15,9 cm |
28,7 cm |
28,7 cm |
28,7 cm |
|
T1 |
5 cm |
9,4 cm |
20,1 cm |
20,1 cm |
20,1 cm |
|
T2 |
6 cm |
11,7 cm |
18,2 cm |
18,2 cm |
18,2 cm |
|
T3 |
7,5 cm |
16,2 cm |
19,5 cm |
19,5 cm |
19,5 cm |
Tabel 2. Hasil pengamatan rata-rata
jumlah daun tanaman kedelai selama 5 minggu
|
Perlakuan |
Minggu ke- |
||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
|
|
S1 |
0 |
0 |
2 |
2 |
2 |
|
S2 |
- |
- |
- |
- |
- |
|
S3 |
1 |
1 |
3 |
3 |
3 |
|
T1 |
2 |
2 |
3 |
3 |
3 |
|
T2 |
1 |
2 |
2 |
2 |
2 |
|
T3 |
1 |
2 |
3 |
3 |
3 |
Berdasarkan hasil pengamatan diatas, terlihat bahwa pada minggu ke-3, 4,
dan 5 terjadi stagnasi pertumbuhan
tanaman, hal tersebut dapat terjadi oleh beberapa faktor seperti curah hujan,
intensitas cahaya matahari, dan media tempat tumbuhnya. Selama masa pengamatan,
terjadi hujan yang cukup deras ketika malam hingga dini hari, hal ini
menyebabkan kerusakan pada morfologi tanaman seperti patahnya titik tumbuh tanaman
serta tingginya kandungan air pada tanah. Menurut penelitian yang dilakukan
oleh Ruminta et al (2020) juga menunjukkan korelasi positif atau searah
antara tingkat pertumbuhan tanaman dengan perubahan salah satu unsur iklim yang
berupa curah hujan. Battisti et al (2017) juga menjelaskan bahwa ketika
interval hujan yang tinggi dapat mengakibatkan peningkatan limpasan, resapan
air, dan drainase dalam.
Selain itu, terlihat bahwa pertumbuhan tinggi tanaman
menunjukkan hasil yang cukup signifikan pada minggu ke-2 menuju minggu ke-3,
hal ini dapat disebabkan karena peletakan polybag berada dibawah naungan
serta mendapatkan intensitas cahaya yang tidak maksimal. Hal tersebut sesuai
dengan Sutopo (2019) bahwa tanaman yang mengalami cekaman intensitas cahaya
rendah mampu memberikan pengaruh terhadap peningkatan tinggi tanaman untuk
meningkatkan efisiensi penangkapan cahaya, selain itu faktor kualitas dan kuantitas cahaya yang didapatkan
oleh tanaman mampu mempengaruhi beberapa indikator terutama pada fase vegetatif
tanaman kedelai seperti ukuran panjang, diameter batang, dan kepadatan batang. Selain
itu pemberian 3 macam perlakuan pada 2 jenis tanah menunjukkan hasil yang cukup
berbeda, seperti yang terlihat pada kondisi iklim dan penerimaan intensitas
cahaya matahari yang sama, tanah jenis tegalan memberikan hasil yang lebih baik
dibandinkan dengan tanah sawahan
Kemudian pada minggu terakhir diamati panjang akar
tanaman dan didapatkan hasil seperti pada tabel berikut
Tabel 3. Hasil pengamatan panjang akar pada minggu
ke-5
|
Perlakuan |
|||||
|
S1 |
S2 |
S3 |
T1 |
T2 |
T3 |
|
6,5 cm |
- |
7,2 cm |
7,8 cm |
8,4 cm |
8,6 cm |
Pada tabel 3 terlihat bahwa hingga pada minggu ke-5, tanaman dengan perlakuan S2 yaitu tanah sawah dengan komposisi tanah:kompos:pasir (1:1:1) tidak menunjukkan adanya pertumbuhan tanaman. hal tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain itu pertumbuhan tanaman dan jumlah daun pada minggu ke-3 hingga ke-5 tidak terjadi peningkatan angka dikarenakan titik tumbuh tanaman telah rusak akibat diterjang curah hujan yang cukup deras meskipun telah ditutupi sebagian oleh naungan.
REFERENSI
Battisti,
R., Sentelhas, P.C., dan Boote, K.J. 2017. Sensitivity and requirement of
improvements of four soybean crop simulation models for climate change studies
in Southern Brazil. International Journal of Biometeorology
Ruminta,
Irwan, A.W., Nurmala, T., dan Ramadayanti, G. 2020. Analisi dampak perubahan
iklim terhadap produksi kedelai dan pilihan adaptasi strategisnya pada lahan
tadah hujan di Kabupaten Garut. Jurnal Kultivasi 19 (2)
Sutopo,
A. 2019. Pengaruh naungan terhadap beberapa karakter morfologi dan fisiologi
pada varietas kedelai ceneng. Jurnal Citra Widya Edukasi 11 (1)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar